//Tata Kelola Risiko Jatuh Pada Lansia

Tata Kelola Risiko Jatuh Pada Lansia

Risiko jatuh pada lansia merupakan masalah kesehatan yang erat kaitannya dengan proses penuaan yang bersifat progresif dan multidimensional. Lansia didefinisikan sebagai individu berusia 60 tahun ke atas yang mengalami perubahan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang berdampak pada penurunan kapasitas fungsional tubuh (Kholifah, 2016; Yeager et al., 2024). Penurunan fungsi sistem muskuloskeletal, saraf, dan sensorik seperti berkurangnya kekuatan otot, gangguan keseimbangan, perlambatan refleks protektif, serta gangguan penglihatan dan kognitif meningkatkan kerentanan lansia terhadap kejadian jatuh (Kennard et al., 2009; Nasution, 2021).

World Health Organization (2018) melaporkan bahwa 28–35% lansia berusia ≥65 tahun mengalami jatuh setiap tahun, dan angka ini meningkat seiring pertambahan usia. Selain faktor intrinsik, faktor ekstrinsik seperti lingkungan yang tidak aman, pencahayaan buruk, lantai licin, serta kurangnya dukungan sosial turut berperan dalam meningkatkan risiko jatuh pada lansia (Herdman & Kamitsuru, 2018). Pencegahan risiko jatuh pada lansia memerlukan pendekatan komprehensif melalui pemeriksaan dan penilaian risiko yang sistematis dan berkelanjutan. Risiko jatuh didefinisikan sebagai potensi individu mengalami cedera fisik atau gangguan kesehatan akibat insiden jatuh (Herdman & Kamitsuru, 2018).

Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan instrumen terstandar seperti Berg Balance Scale, Functional Reach Test, danNon-Equilibrium Coordination Test untuk mengevaluasi keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan fungsional lansia (Julianti et al., 2021). Hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam perencanaan intervensi fisioterapi dan keperawatan berbasis latihan, edukasi keselamatan, serta modifikasi lingkungan yang aman dan ramah lansia (Appeadu & Bordoni, 2023). Keterlibatan keluarga dan edukasi berkelanjutan merupakan komponen penting dalam upaya preventif guna menurunkan angka kejadian jatuh, mempertahankan kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup lansia secara optimal (Kemenkes RI, 2024; World Health Organization, 2022).

Penulis:  Yery Mustari, S.Ft., Physio., M.Clin.Rehab | Andi Rahmaniar Suciani P., S.Ft., Physio., M.Kes | Akbar Harisa, S.Kep., Ns., PMNC., MN

Editor:  Yodang, S.Kep., Ns., M.Pall.Care

Halaman buku: 312

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 92.000