Buku ini membahas peran nama dan gelar dalam sistem pemerintahan Kerajaan Muna, mulai dari kedudukan pemimpin tertinggi, penyelenggara pemerintahan, pemimpin adat, hingga aparat keagamaan dan lembaga pendukung kerajaan lainnya. Melalui pembahasan tersebut, diharapkan pembaca memperoleh gambaran yang utuh mengenai bagaimana sistem gelar membentuk struktur hirarki kekuasaan sekaligus merefleksikan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat Muna.
Dalam kehidupan masyarakat tradisional, nama dan gelar tidak sekadar berfungsi sebagai penanda identitas, tetapi juga mengandung makna sosial, budaya, dan simbolik yang mencerminkan struktur kekuasaan, nilai-nilai kepemimpinan, serta tatanan kehidupan bermasyarakat. Pada masyarakat Muna, sistem gelar kerajaan hadir sebagai perangkat budaya yang mengatur hubungan sosial, menegaskan hirarki kekuasaan, serta menjaga kesinambungan adat dan tradisi dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, gelar-gelar tersebut tidak dapat dipahami semata-mata sebagai sebutan formal, melainkan sebagai ekspresi identitas budaya yang sarat makna.
Penulis: La Ode Muhammad Idrus Hamid Basri, M.Pd. | Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. | Prof. Dr. Zainal Rafli, M.Pd.
Editor: Darmawan Edi Winoto, S.Pd. M.Pd.
Halaman buku: 131
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 56.000









