//Islamic Digital Literacy: Strategi Mencari dan Memanfaatkan Informasi di Era Digital dan 5.0

Islamic Digital Literacy: Strategi Mencari dan Memanfaatkan Informasi di Era Digital dan 5.0

Buku Islamic Digital Literacy: Strategi Mencari dan Memanfaatkan Informasi di Era Digital dan Society 5.0 hadir sebagai respons akademik dan praktis atas tantangan besar umat Islam dalam menghadapi arus informasi digital yang semakin kompleks, cepat, dan tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Di tengah pergeseran dari Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0 yang menekankan integrasi teknologi dan kemanusiaan, literasi digital tidak lagi cukup dimaknai sebagai kemampuan teknis, tetapi harus dipahami sebagai kecakapan kritis, etis, dan bernilai.

Buku ini mengawali pembahasan dengan pengantar konseptual mengenai urgensi literasi keislaman digital, menegaskan bahwa kemampuan mencari, menilai, dan memanfaatkan informasi digital merupakan kebutuhan strategis dalam pendidikan Islam, dakwah, dan pengelolaan pengetahuan. Melalui pendekatan teoretis yang kuat, buku ini mengintegrasikan teori literasi digital Paul Gilster, teori difusi inovasi Everett Rogers, serta perspektif teknologi informasi dalam pendidikan Islam untuk membangun model literasi keislaman digital yang komprehensif dan kontekstual.

Pembahasan kemudian diperluas ke dinamika Era Society 5.0, menyoroti bagaimana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) membentuk ulang cara umat Islam belajar, berdakwah, dan mengelola informasi. Buku ini secara kritis mengulas tantangan etika, keaslian sumber, dan disinformasi dalam ruang digital, sekaligus menawarkan strategi adaptif yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Peran strategis pendidikan Islam, dakwah digital, perpustakaan Islam, dan pustakawan Muslim juga dibahas secara mendalam sebagai pilar penting penguatan literasi keislaman digital. Melalui studi kasus dan contoh praktik di Indonesia maupun global, buku ini menunjukkan bagaimana literasi digital dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Pada bagian akhir, buku ini menawarkan model konseptual Triple Helix of Islamic Digital Literacy, yang mensinergikan kesiapan individu, dukungan kelembagaan, dan integrasi nilai keislaman. Dilengkapi dengan strategi implementatif, rekomendasi kebijakan, serta arah masa depan literasi keislaman digital yang dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), buku ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi akademisi, pendidik, pustakawan, mahasiswa, dai, dan generasi muda Islam dalam membangun peradaban literasi Islam yang kritis, beretika, dan berdaya saing di era digital dan Society 5.0.

Penulis:  Rhoni Rodin | Yuyun Yumiarti | Riska Putri | Andre Fadilah

Editor :  Rhoni Rodin

Halaman buku: 114

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 52.000