Buku ini menghadirkan serangkaian kajian kritis, reflektif, dan berbasis pengalaman lapangan tentang keberadaan serta dinamika komunitas adat terpencil (KAT), khususnya di Tanah Papua. Melalui sembilan bab yang ditulis oleh para akademisi, buku ini mengeksplorasi dimensi yang berbeda: mulai dari representasi masyarakat adat dalam media arus utama, bias dalam program pemberdayaan, keterpinggiran dalam sistem kesejahteraan sosial, hingga perjuangan perempuan adat, anak, dan komunitas lokal dalam mempertahankan identitas serta merawat keberagaman. Buku ini juga menyoroti ketimpangan akses terhadap layanan publik, keterbatasan pengakuan hukum atas wilayah adat, dan pentingnya model kerja sosial yang berakar pada nilai budaya lokal.
Berangkat dari kerangka kesejahteraan sosial, buku ini menegaskan bahwa masyarakat adat bukanlah kelompok “tertinggal” yang harus dimodernisasi, melainkan komunitas berdaya yang memiliki pengetahuan, struktur sosial, dan sistem keberlanjutan sendiri. Dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif, buku ini menawarkan gagasan tentang praktik pekerjaan sosial yang sensitif budaya, keadilan ekologis, serta penghormatan atas hak kolektif masyarakat adat.
Pada akhirnya, buku ini bukan hanya seruan akademik, tetapi juga ajakan moral untuk menata ulang paradigma pembangunan dan kesejahteraan sosial agar lebih adil, manusiawi, dan berpihak pada KAT yang selama ini hidup di tepian dan sering terlupakan.
Penulis : Ferry Rhendra R.P.P. Sitorus | Urip Wahyudin | Avelinus Lefaan | Alberthina Nasri Lobo | Fitrine Christiane Abidjulu | La Mochtar Unu | Reni Shintasari | Sitti Rukmana Patty | Rima Nusantriani Banurea
Editor : Alfred Ayub Moses Padwa
Halaman Buku : 204
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp. 70.000









