//Konvergensi Budaya dan Transformasi Praktik Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Konvergensi Budaya dan Transformasi Praktik Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Buku Konvergensi Budaya dan Transformasi Praktik Komunikasi Antarbudaya di Era Digital mengulas pergeseran praktik komunikasi lintas budaya ketika platform digital menjadi ruang berinteraksi yang kian penting. Komunikasi antarbudaya kini tidak lagi hanya menyoal tentang perbedaan nilai dan bahasa, tetapi juga tentang  tata kelola platform, cara kerja algoritma, upaya menarik perhatian pengguna, serta datafikasi yang menentukan tingkat keterlihatan dan bagaimana makna menyebar di ruang digital. Buku ini memandang konvergensi budaya sebagai proses dinamis yang tidak hanya melahirkan kreativitas, kolaborasi, dan pembelajaran lintas batas, tetapi juga berpotensi menimbulkan salah paham, konflik simbolik, apropriasi budaya, dan krisis kepercayaan. Pembaca diajak memahami hubungan antara identitas budaya dan identitas digital, serta bagaimana presentasi diri dan performativitas dibentuk oleh norma komunitas, aktivitas pengguna, dan desain tampilan platform. Pembahasan berikutnya menempatkan media digital sebagai infrastruktur pertukaran budaya. Di sini dibahas affordance dan arsitektur partisipasi, kurasi algoritmik serta logika perhatian, dan percepatan sirkulasi konten lintas negara melalui ekonomi kreator. Dinamika komunitas daring dan fandom transnasional dikaji untuk menunjukkan bagaimana jaringan dapat memperkuat solidaritas sekaligus membentuk klaster tafsir yang saling berjarak. Buku ini juga menyoroti bahasa dan pragmatik lintas budaya dalam komunikasi daring, termasuk kesantunan, facework, humor, dan ambiguitas, serta peran emoji, stiker, dan GIF sebagai bentuk paralinguistik digital. Pergeseran dari komunikasi berbasis teks menuju audio-visual dibahas melalui konsep komunikasi multimodal, seperti video pendek, livestream, dan budaya real-time yang tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga membuat pesan yang ditujukan pada penerima tertentu dapat dengan mudah diakses, ditafsirkan, dan disebarluaskan oleh beragam penerima lain yang tidak memiliki latar sosial dan budaya yang sama. Pada bagian akhir, buku ini mengulas perkembangan masa depan komunikasi lintas budaya dengan hadirnya AI generatif, aplikasi penerjemahan, dan interaksi imersif, sekaligus menyoroti tantangan terkait otentisitas, deepfake, dan krisis kepercayaan. Pembahasan ini diarahkan untuk membantu pembaca merancang praktik komunikasi lintas budaya yang lebih peka, adil, dan bertanggung jawab.

Penulis : Arni, S.Kom., M.I.Kom

Editor : Dr. Rudi Hardi, M.Si | M. Yusuf Sulaiman. G, S.H

Halaman buku : 243

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 78.000