Buku Pemetaan Spasial Untuk Prioritisasi Restorasi Mangrove: Integrasi Analisis Risiko Bencana di Wilayah Pesisir membahas bagaimana restorasi mangrove dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak, dengan menggabungkan pemetaan spasial berbasis SIG/penginderaan jauh dan analisis risiko bencana. Buku ini menegaskan bahwa mangrove bukan hanya ekosistem penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari gelombang, abrasi, dan banjir rob, sekaligus berkontribusi sebagai penyerap karbon (blue carbon) dan penopang ekonomi masyarakat pesisir. Di sisi lain, buku juga menguraikan tekanan yang terus meningkat akibat alih fungsi lahan, polusi, eksploitasi berlebihan, serta dampak perubahan iklim yang menyebabkan degradasi mangrove semakin cepat dan luas.
Melalui pembahasan yang berjenjang—mulai dari dasar ekologi mangrove, dinamika pesisir, hingga teori dan praktik restorasi—pembaca diajak memahami bahwa restorasi tidak cukup dilakukan dengan penanaman semata. Restorasi yang berhasil memerlukan pemahaman menyeluruh tentang kondisi biofisik dan hidrologi, kesesuaian lahan, sumber gangguan, serta dukungan sosial-ekonomi dan kelembagaan di tingkat lokal. Buku menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based), termasuk penggunaan data citra satelit, peta tematik, dan survei lapangan untuk memastikan lokasi restorasi benar-benar memenuhi prasyarat keberhasilan.
Inti utama buku ini adalah penyusunan prioritas lokasi restorasi berbasis data, yaitu dengan mengintegrasikan komponen bahaya (misalnya banjir rob, abrasi, tsunami), paparan (permukiman, infrastruktur, aktivitas ekonomi), dan kerentanan (kondisi sosial-ekonomi, kapasitas adaptif, karakteristik fisik wilayah) dengan kriteria ekologi dan sosial. Berbagai metode analisis dijelaskan, seperti Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), skoring–pembobotan, pemetaan indeks, hingga analisis sensitivitas untuk menguji konsistensi hasil prioritas. Dengan kerangka ini, buku menunjukkan bagaimana pengambilan keputusan restorasi dapat dibuat lebih transparan, terukur, serta mudah dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan.
Buku juga memperkaya pembahasan dengan contoh studi kasus dari beberapa wilayah (misalnya Pantura Jawa, Delta Mekong, Bangladesh, hingga Amerika Selatan) yang memperlihatkan variasi tantangan restorasi—mulai dari konflik lahan, perubahan garis pantai, gangguan hidrologi, hingga keterbatasan tata kelola. Penekanan penting diberikan pada keterlibatan pemangku kepentingan (pemerintah, akademisi, komunitas, sektor swasta) dan perlunya kebijakan yang mendorong tata kelola pesisir yang adaptif berbasis risiko, termasuk integrasi restorasi mangrove ke dalam rencana pembangunan wilayah, strategi mitigasi bencana, dan agenda ketahanan iklim.
Pada bagian akhir, buku mengulas arah inovasi dan masa depan restorasi mangrove, seperti pemanfaatan drone, AI, big data, serta platform pemantauan berbasis cloud untuk mempercepat pemetaan dan evaluasi keberhasilan restorasi. Buku juga menekankan pentingnya monitoring–evaluasi jangka panjang dan penyusunan roadmap restorasi berkelanjutan agar program tidak berhenti pada kegiatan penanaman, melainkan menghasilkan dampak nyata: pesisir yang lebih tangguh, ekosistem yang pulih, serta manfaat sosial-ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Penulis: M Taufik Rahmadi | Eni Yuniastuti | Meilinda Suriani Harefa | Eka Suci Anja Kusumawati | Zulfajri
Editor: Ayu Suciani
Halaman buku: 101
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 50.000









