Udang dan Tuna merupakan produk perikanan yang kaya akan nutrisi dan menjadi komoditas ekspor perikanan di Indonesia. Namun, udang dan tuna mudah mengalami kerusakan mutu sehingga membutuhkan usaha untuk mempertahankan mutu dan kesegarannya. Salah satu cara untuk mempertahankan mutu dan kesegaran udang dan tuna adalah dengan pembekuan. Pembekuan merupakan usaha dalam mengolah udang dan tuna untuk disimpan pada suhu rendah (cold storage) sehingga mutu dan kesegaran udang dan tuna tetap terjaga.
Proses pembekuan udang di perusahan cold storage umumnya meliputi tahapan sebagai berikut : penerimaan bahan baku dan pencucian I, sampling, penimbangan I, pencucian II, pemotongan kepala (HL), penimbangan II, pencucian III, grading, penimbangan III, pencucian IV, panning, pembekuan, pengemasan dan cold storage. Semua tahapan dalam pembekuan udang dilakuan dalam kondisi saniter.
Proses pembekuan tuna di cold storage meliputi penerimaan bahan baku, penyusunan dan pengemasan slice, perapihan susunan produk slice dan kiriotoshi, packing, pembungkusan negitoro, perapihan produk blok K, pengemasan kiriotoshi dan stuffing.
Kebiasaan negara buyer atau negara pengimpor udang dan tuna(Jepang dan Amerika) masyarakatnya lebih memilih produk makanan praktis tahan lama untuk menghemat waktu, namun factor kesehatan dan kandungan gizi tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, produk beku (frozen) banyak digemari termasuk produk udang dan tuna. Udang banyak di jual di supermarket dalam dan luar negeri (ekspor udang beku) baik dalam bentuk produk olahan udang dengan bahan baku udang beku (dim sum dan breaded udang) maupun udang beku yang belum diolah. Sedangkan tuna banyak diminati sebagai produk slice dan kiriotoshi.
Penulis : Dr. Luthfiah, S.T.P., M.Si
Editor : Dr. Luthfiah, S.T.P., M.Si
Halaman buku : 127
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 56.000









