Monograf ini menyajikan pembahasan kritis dan komprehensif terhadap Visum et Repertum (VeR) sebagai alat bukti sentral dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Berangkat dari tesis bahwa kualitas VeR, khususnya yang dibuat oleh dokter umum, mengalami krisis substantif, buku ini membedah masalah dari berbagai tingkatan. Dimulai dari dekonstruksi filosofis VeR sebagai “saksi bisu”, buku ini kemudian memaparkan anatomi VeR yang ideal sebelum mengonfrontasinya dengan realitas di lapangan melalui studi kasus empiris. Titik lemah paling kritis teridentifikasi pada bagian kesimpulan, di mana ketidakmampuan mengaitkan temuan medis dengan kualifikasi yuridis seringkali menggagalkan pembuktian.
Pembahasan berlanjut dengan mengupas akar masalah pada kompetensi dokter, dinamika komunikasi yang problematis dengan penegak hukum, serta minimnya perlindungan hukum yang memadai bagi dokter. Sebagai puncak argumen, monograf ini tidak berhenti pada diagnosis, tetapi menawarkan peta jalan perbaikan yang sistemik. Rekomendasi ini mencakup empat pilar: standarisasi nasional melalui Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK), penguatan peran rumah sakit, reformasi pendidikan forensik, dan optimalisasi kerjasama interinstitusional. Buku ini ditutup dengan sebuah visi masa depan di mana kedokteran forensik Indonesia terintegrasi penuh, berteknologi maju, dan didukung oleh kesadaran publik.
Penulis : dr. Abdul Hakim Nitiprodjo, M.H., Sp.FM
Halaman Buku : 212
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp. 72.000









