Buku ini menyajikan tentang akuntansi keuangan syariah secara komprehensif, mulai dari akar filosofis hingga implementasi teknis pada berbagai akad keuangan kontemporer. Fokus utama dalam buku ini adalah bagaimana akuntansi keuangan berfungsi sebagai instrumen moral untuk memastikan keadilan ekonomi dan kepatuhan terhadap syariat Islam yaitu berdasarkan Al-qur’an dan Hadist.
Akuntansi keuangan syariah berpijak pada paradigma teosentris, yaitu Allah SWT adalah pusat dari segala aktivitas ekonomi. Berbeda dengan akuntansi konvensional yang fokus pada maksimalisasi kekayaan pemegang saham dan menguntungkan salah satu pihak saja, akuntansi syariah menekankan pada:
Amanah dan Mas’uliyah yaitu pertanggungjawaban kepada manusia dan Tuhan (Akuntabilitas Ilahiyah). Keadilan (‘Adl) yaitu memastikan transparansi agar tidak ada pihak yang tereksploitasi. Larangan Utama yaitu menghilangkan unsur Riba (bunga), Gharar (ketidakpastian), dan Maysir (perjudian) dalam setiap transaksi.
Adapun Kerangka Standar (PSAK Syariah) di Indonesia, diatur oleh Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS-IAI). Buku ini mengupas berbagai standar penting, diantaranya:
- PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah yang mencakup komponen unik seperti Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat serta Dana Kebajikan.
- Akad Jual Beli: Mengatur Murabahah (jual beli margin), Salam, dan Istishna (pesanan).
- Akad Bagi Hasil: Mengatur Mudharabah (kerja sama modal-keahlian) dan Musyarakah (kemitraan).
- Akad Sewa & Jasa: Mengatur Ijarah/IMBT serta transaksi multijasa seperti Wakalah dan Kafalah.
Buku ini juga menyoroti tantangan modern dalam ekosistem keuangan syariah:
- Audit Syariah & Forensik: Pentingnya memastikan Sharia Compliance dan mencegah fraud melalui integrasi nilai moral dalam sistem deteksi.
- Digitalisasi (Fintech): Penggunaan AI, Blockchain, dan Smart Contracts untuk mengotomatisasi pencatatan yang patuh syariah.
- ZISWAF & ESG: Penguatan akuntansi untuk zakat, wakaf, serta pelaporan lingkungan (Green Accounting) guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kesimpulan
Akuntansi keuangan syariah bukan sekadar modifikasi teknik pembukuan, melainkan sistem mandiri yang menyatukan aspek spiritual dan material. Tujuannya adalah menciptakan kesejahteraan (Falah) yang berkelanjutan bagi seluruh umat melalui transparansi dan kejujuran dalam pelaporan keuangan.
Penulis :Rasidah Novita Sari, M.E. | Faisal Amri, S.Ak., M.E. | Choirun Nissa, M.E.
Halaman Buku : 320
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp. 94.000









