//Akar Yang Tetap Hidup

Akar Yang Tetap Hidup

Akar yang Tetap Hidup adalah buku adat visual-populer yang mengajak generasi muda, khususnya Gen Z Minangkabau di ranah dan rantau, untuk mengenal kembali budaya, adat, dan cara hidup Minangkabau dengan bahasa yang ringan, hangat, dan mudah dipahami.

Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa budaya sering kali tidak hilang karena ditolak, tetapi karena tidak lagi dikenalkan dengan cara yang dekat dengan generasi muda. Banyak anak muda sebenarnya ingin mengenal asal-usul, nilai keluarga, adat, dan identitas budayanya, tetapi membutuhkan pintu masuk yang lebih relevan dengan kehidupan hari ini.

Melalui buku ini, nilai-nilai penting Minangkabau seperti Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, raso jo pareso, Sumbang Duo Baleh, Bundo Kanduang, merantau, marwah, alam takambang jadi guru, serta berbagai istilah adat lainnya dijelaskan secara sederhana dan kontekstual. Nilai-nilai tersebut dihubungkan dengan kehidupan Gen Z, seperti keluarga, sekolah, kampus, pergaulan, media sosial, rantau, kepemimpinan perempuan, dan pembentukan jati diri.

Buku ini tidak dimaksudkan sebagai kitab adat yang lengkap dan berat, melainkan sebagai pintu masuk budaya. Pembaca diajak memahami bahwa menjadi modern tidak berarti harus putus dari akar. Sebaliknya, budaya dapat menjadi pegangan moral, identitas, marwah, dan arah hidup di tengah perubahan zaman.

Dengan pendekatan visual, reflektif, glosarium istilah Minang, QR code, video pendek, worksheet, dan panduan aksi budaya, buku Akar yang Tetap Hidup diharapkan tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga media diskusi keluarga, bahan pembelajaran, materi komunitas, dan bagian dari gerakan literasi budaya Minangkabau bagi generasi muda.

Penulis :  Prof. Dr. Wesnina, M.Sn.

Editor:  Dr. Romi Nursyam, S.Sn., M.Sn

Halaman buku: 271

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 84.000