//Tindakan Keperawatan: Keperawatan Dewasa Sistem Muskuloskeletal, Integumen, Persepsi Sensori, dan Persarafan

Tindakan Keperawatan: Keperawatan Dewasa Sistem Muskuloskeletal, Integumen, Persepsi Sensori, dan Persarafan

Sistem sensorik menerima dan memproses informasi yang menghasilkan kesadaran individu terhadap lingkungannya. Berbagai persepsi sensorik kemudian memengaruhi aktivitas motorik sukarela dan tidak sukarela untuk memfasilitasi interaksi dengan dunia. Baik rangsangan mekanis maupun termal yang tidak berbahaya maupun berbahaya diproses oleh reseptor dan jenis serabut saraf yang berbeda di kulit, mengikuti jalur tertentu melalui sumsum tulang belakang (kolumna dorsalis atau traktus spinotalamikus), dan akhirnya diteruskan ke korteks somatosensori.  Berdasarkan jalur yang berbeda ini, gambaran klinis pasien yang menunjukkan kelainan sensori dapat membantu menjelaskan lokasi dugaan sumsum tulang belakang atau lesi sentral berdasarkan daerah anatomi dan jenis sensasi yang terpengaruh. Pemeriksaan sistem sensorik yang paling penting dan umum adalah pemeriksaan fisik dan neurologis. Pemeriksaan neurologis yang terperinci membantu menentukan kapan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut atau tindakan diagnostik, seperti biopsi kulit untuk menilai kepadatan serat saraf atau pemeriksaan radiografi tulang belakang atau otak.   Gerak pada umumnya terjadi secara sadar namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan otak berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motorik sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapannya terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak.

Penulis : Elisa Oktaviana, S. Kep., Ners., M.Kep.

Halaman buku : 147

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 60.000