Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan perubahan besar dalam seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran internet, media sosial, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan berbagai platform pembelajaran digital telah mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan, berinteraksi, serta membangun identitas sosial dan keagamaannya. Di tengah arus perubahan tersebut, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan sekaligus peluang yang tidak pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya. Jika pada era tradisional guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, maka pada era digital peserta didik dapat mengakses berbagai sumber informasi secara instan, lintas batas, dan tanpa sekat ruang maupun waktu. Kondisi ini menuntut adanya rekonstruksi paradigma, strategi, dan praktik pembelajaran PAI agar tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan fondasi nilai-nilai keislaman.
Buku ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap fenomena transformasi pendidikan yang bergerak sangat cepat, sementara sebagian praktik Pendidikan Agama Islam masih terjebak dalam pola pembelajaran yang bersifat transmisif, tekstual, dan kurang responsif terhadap dinamika masyarakat digital. Padahal, substansi pendidikan Islam sesungguhnya mengandung semangat transformasi, pembebasan, dan pengembangan potensi manusia secara holistik. Oleh karena itu, buku ini berupaya menghadirkan perspektif baru yang memadukan antara nilai-nilai Islam, teori pendidikan kontemporer, dan perkembangan teknologi digital dalam satu kerangka konseptual yang integratif.
Lebih dari sekadar membahas penggunaan teknologi dalam pembelajaran, buku ini menempatkan transformasi digital sebagai momentum untuk merevitalisasi tujuan utama Pendidikan Agama Islam, yaitu membentuk manusia yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Transformasi digital tidak boleh dimaknai sebagai proses mekanis yang hanya memindahkan materi pembelajaran ke dalam media elektronik, melainkan harus dipahami sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, spiritual, sosial, dan digital secara seimbang.
Penulis: Muammar Zulfiqri
Halaman buku: 147
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 60.000








