Bagaimana para ulama Nusantara membangun jaringan keilmuan yang menghubungkan pesantren-pesantren lokal dengan pusat-pusat intelektual Islam dunia? Bagaimana otoritas keagamaan diwariskan, dipertahankan, dan mengalami transformasi dari tradisi sanad hingga era media digital? Dan bagaimana para ulama berperan dalam membentuk wajah Islam Nusantara sepanjang perjalanan sejarahnya? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang hendak ditegaskan oleh penulis dalam buku ini.
Buku ini mengajak pembaca menelusuri jejak panjang tradisi keulamaan Nusantara melalui perspektif historiografi yang kritis dan komprehensif. Ulama tidak hanya dipahami sebagai guru agama atau pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai intelektual, penulis, pendidik, mediator budaya, penggerak perubahan sosial, hingga aktor yang terlibat dalam pergulatan politik dan kebangsaan. Melalui pembacaan terhadap manuskrip, sanad, ijazah, arsip kolonial, tradisi lisan serta berbagai sumber lainnya, buku ini berusaha untuk menghadirkan gambaran utuh mengenai perkembangan otoritas, jaringan dan produksi pengetahuan Islam di Nusantara.
Pembahasan diawali dengan pengenalan konsep dan metodologi historiografi ulama, dilanjutkan dengan eksplorasi sumber-sumber penelitian, tradisi filologi, sejarah intelektual, serta dinamika jaringan keilmuan yang menghubungkan Nusantara dengan Haramain dan berbagai pusat studi Islam lainnya. Dari lingkungan pesantren hingga organisasi modern, dari manuskrip kuno hingga ruang digital, buku ini memperlihatkan bagaimana tradisi keilmuan Islam terus beradaptasi tanpa kehilangan akar historisnya.
Lebih dari sekadar merekam perjalanan tokoh-tokoh besar seperti Walisongo, Ḥamzah Fanṣūrī, Muḥammad Nawawī al-Bantanī, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Aḥmad Dahlan, Hamka, Gus Dur, dan M. Quraish Shihab, buku ini menyajikan narasi besar tentang perubahan epistemologi, perluasan jaringan intelektual, dan evolusi otoritas keagamaan dalam sejarah Islam Nusantara. Dengan memadukan pendekatan sejarah, filologi, antropologi, dan studi intelektual, buku ini menawarkan cara pandang baru untuk memahami peran ulama sebagai penjaga tradisi sekaligus agen perubahan.
Bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, pegiat pesantren, maupun masyarakat umum yang ingin memahami akar intelektual Islam Indonesia, buku ini menjadi jendela penting untuk melihat bagaimana ulama Nusantara membentuk, merawat, dan mentransformasikan warisan keilmuan Islam dari masa ke masa. Sebuah karya yang tidak hanya menelusuri masa lalu, tetapi juga membantu membaca masa depan tradisi keulamaan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.
Penulis: Muhammad Abdul Kharis, M.A.
Editor: Dr. Zulfarizal, M.Ag.
Halaman buku: 558
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 140.000









