Buku “Membangun Keberdayaan Kelembagaan Dalam Kreasi Modal Komunitas” menawarkan dekonstruksi kritis terhadap paradigma pemberdayaan yang selama ini sering terjebak pada pendekatan karitatif dan proyek jangka pendek semata. Buku ini secara tegas mengajukan tesis sentral bahwa kedaulatan ekonomi dan kelestarian ekologi di pedesaan tidak akan pernah terwujud tanpa adanya fondasi kelembagaan lokal yang sangat tangguh dan inklusif. Mengambil latar empiris yang kaya pada komunitas petani hutan dan pengrajin kayu jati, karya ini membedah secara komprehensif anatomi kelembagaan dari tingkat sub-lokal hingga supra-lokal.
Lebih dari sekadar kajian teoretis semata, buku ini mengelaborasi secara mendalam bagaimana kelembagaan bertindak sebagai orkestrator yang mengelola dan mengonversi lima modal penghidupan (pentagon assets)-yakni modal manusia, sosial, alam, fisik, dan keuangan. Pembaca akan diajak menelusuri relasi kreasi antar-modal tersebut secara rinci, di mana kepercayaan mampu menurunkan biaya transaksi, dan surplus finansial direinvestasikan untuk memulihkan lahan kritis.
Pada puncaknya, buku ini menguji ketangguhan institusi melalui kerangka Triple Bottom Line untuk memastikan keberlanjutan program. Kelembagaan paripurna dibuktikan melalui kemampuannya menciptakan nilai bersama (creating shared value). Nilai sosial diwujudkan lewat resolusi konflik dan inklusi; nilai ekologi melalui silvikultur lestari dan zero waste; serta nilai ekonomi melalui pemotongan rantai pasok dan hilirisasi produk. Ditulis dengan bahasa akademis yang jernih dan argumentatif, buku ini merupakan referensi wajib bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan yang merindukan transformasi nyata. Sebuah manifesto bahwa masyarakat desa bukanlah objek pembangunan, melainkan subjek peradaban yang berdaulat.
Penulis: Prof. Dr. Ir. H. Anas Nikoyan, M.Si.
Halaman buku: 327
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 96.000









