Buku Pragmatik dalam Wacana Digital membahas bagaimana bahasa digunakan, dimaknai, dan dinegosiasikan dalam era komunikasi digital yang berkembang sangat pesat. Perkembangan media sosial, aplikasi pesan instan, forum daring, hingga kecerdasan buatan telah mengubah pola interaksi manusia dan menghadirkan bentuk-bentuk komunikasi baru yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui makna literal bahasa. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk menjelaskan berbagai fenomena kebahasaan digital melalui perspektif pragmatik, yaitu cabang linguistik yang mengkaji makna dalam konteks.
Buku ini menguraikan konsep-konsep dasar pragmatik, seperti tindak tutur, implikatur percakapan, deiksis, prinsip kerja sama, dan kesantunan berbahasa, kemudian mengembangkannya ke dalam konteks komunikasi digital modern. Pembahasan tidak hanya berfokus pada teori klasik dari tokoh-tokoh seperti J.L. Austin, John Searle, dan H.P. Grice, tetapi juga menyoroti bagaimana teori tersebut bertransformasi dalam ruang siber yang ditandai oleh anonimitas, multimodalitas, penggunaan emoji, meme, GIF, tagar, serta budaya komunikasi media sosial.
Secara sistematis, buku ini mengkaji berbagai fenomena pragmatik digital, mulai dari komunikasi di WhatsApp, Instagram, TikTok, Twitter (X), LinkedIn, hingga interaksi manusia dengan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI). Pembaca diajak memahami bagaimana konteks digital memengaruhi pembentukan makna, bagaimana ujaran kebencian dan perundungan digital bekerja secara pragmatik, bagaimana hoaks dan disinformasi dibangun melalui strategi bahasa, serta bagaimana identitas sosial dikonstruksi melalui gaya bahasa di media sosial.
Penulis : Dr. I Ketut Suar Adnyana. M.Hum.
Halaman buku: 364
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 102.000









