Apakah Kita Masih Tuan atas Diri Sendiri, atau Telah Menjadi Hamba Algoritma?
Kecerdasan Buatan (AI) tidak lagi sekadar alat bantu teknis; ia kini menembus batas kehidupan dan mendikte cara manusia memahami dirinya sendiri. Di tengah laju eksponensialnya, ancaman eksistensial membayang: reduksi manusia dari subjek moral menjadi sekadar kumpulan data.
Buku ini hadir sebagai benteng perlawanan intelektual. Merajut perspektif multidisipliner—mulai dari filsafat, teologi, ekologi, hingga etika Pancasila—kompilasi pemikiran ini menguraikan arsitektur etis untuk menyelamatkan martabat manusia. Melalui empat pilar utama, buku ini tidak hanya memetakan kegelisahan ontologis di era digital, tetapi juga menawarkan jalan keluar menuju implementasi nyata.
Di dalam buku ini, Anda akan menemukan:
* Fondasi Etis & Pendidikan : Mengkritik ilusi otonomi mesin dan merumuskan algorethics serta pendidikan sebagai proses humanisasi.
* Keadilan Ekologis & Sosial : Membongkar jejak karbon AI dan menawarkan pendekatan inklusif bagi kelompok rentan.
* Pancasila sebagai Kompas : Menjadikan nilai Ketuhanan dan keadilan sosial sebagai kerangka etika relasional di era disrupsi.
* Peta Jalan Implementasi : Melampaui kritik akademis menuju regulasi negara, audit algoritmik, dan literasi digital yang humanis.
“Masa depan kemanusiaan tidak ditentukan oleh kecerdasan mesin, melainkan oleh keberanian manusia menjadikan etika sebagai kompas.”
Sebuah referensi strategis dan undangan berdialog bagi akademisi, pembuat kebijakan, pendidik, dan masyarakat luas untuk menavigasi kompleksitas era digital tanpa kehilangan kemanusiaannya.
Penulis: Mikhael Dua | Bernardus Ario Tejo Sugiarto | Willfridus Demetrius Siga | Andreas Doweng Bolo | Agustinus Ryadi | Siti Rohmah Soekarba | Alfonsus Sutarno | Kasdin Sihotang | Pinky Saptandari | Raja Oloan Tumanggor | Slamet Subekti | Edy Syahputra Sihombing | Bartolomeus Samho | Yusuf Siswantara
Editor: Yusuf Siswantara
Halaman buku: 308
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 92.000









