//Sufisme Nusantara Dalam Lintasan Sejarah: Tarekat, Kitab Suluk, dan Tradisi Spiritual dari Keraton hingga Pesantren

Sufisme Nusantara Dalam Lintasan Sejarah: Tarekat, Kitab Suluk, dan Tradisi Spiritual dari Keraton hingga Pesantren

Jejak sufisme membentang panjang dalam sejarah Islam Nusantara. Ia tidak hanya hadir sebagai jalan spiritual yang menuntun manusia menuju kedekatan dengan Tuhan, tetapi juga menjadi kekuatan yang membentuk tradisi keilmuan, menghubungkan jaringan ulama lintas kawasan, menghidupkan dunia manuskrip, memengaruhi kebudayaan, serta memberi warna pada kehidupan sosial dan politik masyarakat Muslim selama berabad-abad. Dari ruang-ruang zikir di pesantren hingga istana-istana kesultanan, dari lembaran kitab suluk hingga silsilah tarekat yang menjangkau Ḥaramain, sufisme telah menjadi salah satu denyut utama perkembangan Islam di kepulauan Nusantara.

Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang tradisi tersebut melalui sudut pandang sejarah intelektual. Pembahasan tidak berhenti pada ajaran tasawuf sebagai praktik penyucian jiwa, tetapi bergerak menelusuri bagaimana gagasan-gagasan sufistik lahir, ditransmisikan, diperdebatkan, diwariskan, dan terus mengalami transformasi seiring perubahan zaman. Tokoh-tokoh sufi, manuskrip keagamaan, jaringan tarekat, pesantren, keraton, hingga dinamika masyarakat kontemporer dipertautkan dalam satu narasi yang memperlihatkan kesinambungan perkembangan sufisme dari masa awal Islamisasi hingga era modern.

Berpijak pada pendekatan sejarah, filologi, sejarah intelektual, dan antropologi, buku ini menawarkan pembacaan yang menempatkan sufisme sebagai bagian integral dari pembentukan peradaban Islam Nusantara. Tradisi sufistik dipahami bukan sebagai fenomena yang berdiri sendiri, melainkan sebagai ruang perjumpaan antara agama, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan perubahan sosial. Perspektif tersebut membuka cara pandang yang lebih utuh terhadap perjalanan Islam Nusantara sekaligus memperlihatkan bagaimana spiritualitas mampu melahirkan jejaring keilmuan yang melampaui batas geografis maupun generasi. Lebih dari sekadar merekam masa lalu, buku ini mengajak pembaca melihat warisan sufisme sebagai sumber inspirasi bagi masa kini. Manuskrip, kitab-kitab suluk, sanad keilmuan, dan tradisi tarekat bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan memori intelektual yang terus hidup dan menawarkan pelajaran mengenai kebijaksanaan, toleransi, serta pembentukan karakter keislaman. Karena itu, buku ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, santri, dan siapa pun yang ingin memahami perjalanan panjang sufisme sebagai salah satu fondasi utama sejarah intelektual Islam Nusantara.

Penulis :  Muhammad Abdul Kharis, M.A.

Editor:  Alvin Noor Sahab Rizal, M.A.

Halaman buku: 383

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 106.000