//Literasi Digital:Fondasi untuk Partisipasi yang Adil

Literasi Digital:Fondasi untuk Partisipasi yang Adil

Buku ini menawarkan kerangka literasi digital kritis yang melampaui pendekatan teknis dan fungsional yang selama ini mendominasi kebijakan dan pendidikan di Indonesia. Penulis mendefinisikan literasi digital sebagai kapasitas untuk berpartisipasi secara adil dan bermakna dalam masyarakat yang dimediasi oleh teknologi digital, sebuah definisi yang menjadi fondasi bagi seluruh pembahasan. Buku ini dimulai dengan menelusuri sejarah konsep literasi digital dari era literasi komputer hingga era kecerdasan buatan, serta mengkritisi berbagai kerangka mainstream seperti UNESCO dan DigComp yang cenderung individualistis dan teknis. Selanjutnya, penulis menguraikan lima pilar literasi digital kritis: literasi informasi dan data, komunikasi dan kolaborasi digital, pembuatan konten digital, keamanan digital, serta pemecahan masalah digital. Setiap pilar tidak hanya dibahas sebagai keterampilan teknis, tetapi juga dikaitkan dengan pertanyaan tentang kekuasaan, keadilan, dan partisipasi. Buku ini juga membahas secara mendalam isu isu kritis seperti hoaks dan disinformasi, jejak digital dan reputasi online, cyberbullying serta Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan kesenjangan digital di Indonesia.

Dengan menggunakan contoh contoh konkret dari konteks Indonesia, termasuk fenomena buzzer politik, deepfake, sharenting, dan eksklusi digital di daerah 3T, monograf ini menunjukkan bahwa literasi digital bukanlah sekadar keterampilan individu melainkan proyek kolektif yang membutuhkan perubahan sistemik. Penulis mengintegrasikan perspektif dari filsafat teknologi kritis (Feenberg, Winner), ekonomi politik platform (Zuboff), serta studi literasi kritis (Hinrichsen & Coombs) untuk membangun argumen bahwa transformasi digital harus diarahkan pada keadilan sosial, bukan sekadar efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. Bab terakhir buku ini menerapkan kerangka literasi digital kritis ke dalam empat sektor strategis, yaitu pendidikan, bisnis, kesehatan, dan pemerintahan, disertai rekomendasi kebijakan yang konkret. Buku ini merupakan volume pertama dari serial monograf Literasi Digital Kritis dan menjadi bacaan esensial bagi akademisi, pendidik, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin menjadi warga digital yang kritis, reflektif, dan berdaya.

Penulis :  Hasrul Bakri

Editor : Dr. Abdul Haliq, S.Pd., M.Pd.

Halaman buku: 256

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 82.000