//Ekologi Makna: Manusia, Mesin, Media, dan Politik Bahasa

Ekologi Makna: Manusia, Mesin, Media, dan Politik Bahasa

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, media sosial, mesin pencari, dan sistem rekomendasi, makna tidak lagi dibentuk hanya melalui interaksi antarmanusia. Algoritma turut menentukan informasi yang terlihat, suara yang didengar, sumber yang dipercaya, dan bahasa yang memperoleh ruang untuk berkembang. Teknologi bukan sekadar alat penyampai pesan, melainkan bagian dari lingkungan sosial, politik, dan budaya tempat makna diproduksi, diedarkan, diperebutkan, dan diwariskan.

Buku Ekologi Makna: Manusia, Mesin, Media, dan Politik Bahasa menawarkan kerangka lintas disiplin untuk memahami perubahan tersebut. Dengan memadukan filsafat bahasa, pragmatik, sosiolinguistik, kajian media, etika teknologi, politik bahasa, dan studi kecerdasan buatan, buku ini mengkaji hubungan kompleks antara bahasa, identitas, pengetahuan, kekuasaan, teknologi, dan institusi. Pembahasannya mencakup produksi realitas melalui bahasa, pembentukan identitas, otoritas epistemik, politik keterlihatan, mediasi algoritmik, komunikasi manusia–mesin, disinformasi, moderasi konten, perlindungan data, keberlanjutan bahasa, serta tata kelola ruang digital.

Buku ini menunjukkan bahwa krisis komunikasi digital bukan sekadar persoalan berita palsu atau rendahnya literasi pengguna. Persoalan yang lebih mendasar terletak pada ketimpangan distribusi perhatian, pengakuan, akses, otoritas pengetahuan, dan kemampuan untuk mengoreksi. Ketika platform dan mesin semakin berpengaruh dalam membentuk percakapan publik, muncul pertanyaan penting: siapa yang berhak menentukan makna? Siapa yang diakui sebagai penutur? Dapatkah mesin memiliki otoritas komunikatif? Siapa yang harus bertanggung jawab ketika komunikasi manusia–mesin menimbulkan kerugian?

Sebagai jawaban, buku ini merumuskan gagasan tentang ekologi makna yang inklusif, plural, dapat dipercaya, demokratis, adaptif, aman, dan bertanggung jawab. Keadilan komunikasi dipahami tidak hanya sebagai pemerataan akses teknologi, tetapi juga mencakup keadilan distribusional, prosedural, pengakuan, epistemik, linguistik, antargenerasi, dan ekologis. Pada bagian akhir, disusun agenda tindakan bagi individu dan komunitas, organisasi dan platform, serta pemerintah dan lembaga global.

Ditujukan kepada mahasiswa, dosen, peneliti, pendidik, praktisi media, pengembang teknologi, pembuat kebijakan, dan pembaca umum, buku ini mengajak kita melihat bahwa masa depan makna bukan sesuatu yang sekadar akan terjadi. Ia harus dirancang, dinegosiasikan, diawasi, dan terus diperbaiki bersama agar teknologi tetap memperluas—bukan mempersempit—kemampuan manusia untuk berbicara, memahami, mempertanyakan, dan menentukan dunia yang layak dihuni.

Penulis:  Dr. Ria Kasanova, M.Pd | Dr. Sri Lestari, M.Pd. | Dr. Lilis Sumaryanti, M.Pd | Ainur Rofiq Hafsi, M.Pd.

Halaman buku: 406

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 112.000