//Ikigai & Kewirausahaan: Menemukan Tujuan, Membangun Bisnisyang Bermakna

Ikigai & Kewirausahaan: Menemukan Tujuan, Membangun Bisnisyang Bermakna

Buku ajar ini lahir dari pertanyaan mendasar yang terus muncul di ruang kelas kewirausahaan: “Bagaimana saya tahu bahwa bisnis yang ingin saya bangun benar-benar bisnis yang tepat untuk saya?”. Pertanyaan sederhana itu menyimpan kedalaman luar biasa — karena kewirausahaan tanpa arah tujuan sering berakhir sebagai bisnis yang berjalan tanpa kompas.

Mengambil inspirasi dari konsep Jepang Ikigai yang berarti “alasan untuk hidup” atau “alasan untuk bangun pagi”, buku ini menawarkan kerangka komprehensif yang menjembatani filosofi eksistensial dengan strategi bisnis. Ikigai tidak sekadar diagram Venn viral di media sosial, melainkan sistem hidup yang memadukan 7 kualitas psikologis: perasaan hidup berharga, kebebasan, harapan masa depan, resonansi dengan orang lain, rasa memiliki, kreativitas, dan transendensi diri.

Disusun sebagai buku ajar S1 untuk mata kuliah Kewirausahaan, Manajemen Inovasi, dan Kreativitas Bisnis, buku ini dibagi 4 bagian:

1. Fondasi: Memahami Ikigai dari filosofi Okinawa Blue Zone hingga definisi autentik Mieko Kamiya.

2. Pendekatan: Mengintegrasikan Ikigai dengan Design Thinking, Lean Startup, dan Kanvas Ikigai untuk arsitektur bisnis berkelanjutan.

3. Aplikasi: Menggunakan Ikigai untuk klarifikasi tujuan bisnis, transformasi organisasi, serta inovasi dan pertumbuhan.

4. Masa Depan: Menghubungkan Ikigai dengan ESG dan Sanpo-yoshi “tiga kebaikan”, hingga visi Wirausahawan Ikigai untuk Indonesia Emas 2045.

Inti buku ini menegaskan: pertanyaan terpenting dalam kewirausahaan bukan “Bagaimana membangun bisnis?”, melainkan “Mengapa bisnis ini layak diperjuangkan?”. Penelitian menunjukkan wirausahawan yang menyelaraskan usaha dengan tujuan pribadi memiliki kepuasan dan daya tahan 2,3x lebih tinggi melewati tahun ketiga — masa paling rawan kegagalan. Generasi Y dan Z pun semakin menuntut pekerjaan bermakna, bukan sekadar pendapatan.

Lebih dari sekadar teori, buku ini adalah undangan bertindak. “Pengetahuan tanpa tindakan adalah hiasan belaka”. Indonesia 2045 membutuhkan jutaan wirausahawan yang cerdas bisnis sekaligus berkarakter: membangun untuk memecahkan masalah nyata, menghormati sumber daya alam, dan memimpin berdasar nilai. Ikigai adalah kompas untuk dihidupi, bukan hanya dikagumi.

Ditujukan bagi mahasiswa, pendidik, dan siapa saja yang berdiri di persimpangan antara “apa yang diinginkan” dan “apa yang dunia butuhkan”. Harapannya: Indonesia memiliki lebih banyak wirausahawan yang bermakna, bukan hanya sukses — karena dua hal itu bisa berjalan beriringan.

Penulis:  Eka Sudarmaji

Halaman buku: 137

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 58.000