Meskipun era kedokteran modern telah menghadirkan Multidrug Therapy (MDT), kusta (morbus Hansen) tetap menjadi tantangan epidemiologis yang persisten, khususnya di Indonesia yang masih menanggung beban kasus tertinggi ketiga di dunia. Kegagalan eradikasi ini mengindikasikan bahwa intervensi antimikroba saja tidaklah cukup; terdapat dimensi kerentanan inang yang harus dipecahkan.
Buku referensi definitif ini hadir untuk membongkar patogenesis kusta multibasil (MB) melalui lensa imunogenetika dan biologi molekuler. Penulis secara komprehensif membedah peran sentral Interleukin-10 (IL-10) sebagai arsitek utama imunosupresi, menganalisis dampak polimorfisme genetik promotor IL-10 (-819 T/C) terhadap ekspresi fenotipe, serta mengeksplorasi independensi jalur mediator lipid Prostaglandin E2 (PGE2).
Lebih dari sekadar diskursus teoretis di laboratorium, karya ini menjembatani ilmu kedokteran dasar dengan realitas klinis di lapangan. Pembahasan diperluas mencakup manajemen kedaruratan reaksi lepra, tantangan literasi kesehatan, determinan sosiodemografi, hingga strategi rehabilitasi inklusif. Menatap ke masa depan, buku ini memproyeksikan transformasi penatalaksanaan kusta melalui integrasi Kecerdasan Buatan (AI), diagnostik Point-of-Care, dan personalized medicine.
Ditulis dengan laras bahasa akademis yang presisi, buku ini merupakan referensi esensial bagi para peneliti, klinisi, mahasiswa pascasarjana, dan pembuat kebijakan yang berkomitmen mewujudkan visi global: Dunia Bebas Kusta, Transmisi Nol, dan Cacat Nol.
Penulis : Dr. dr. Fitriyanti, Sp.DVE | dr. Taufan Hermansyah, Sp.PD | Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes, FISQua
Halaman buku: 492
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 125.000









