//Perempuan Dan Keberlanjutan Tenun Songket Melayu Di Riau: Tradisi, Ekonomi, dan Pewarisan Budaya

Perempuan Dan Keberlanjutan Tenun Songket Melayu Di Riau: Tradisi, Ekonomi, dan Pewarisan Budaya

Tenun songket Melayu Riau merupakan salah satu warisan budaya yang menghadirkan keindahan melalui ragam motif dan warna serta menyimpan sejarah, pengetahuan, nilai, filosofi, dan identitas masyarakat Melayu. Perkembangannya di beberapa daerah di Riau memperlihatkan bagaimana tenun songket tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat, sekaligus terus berhadapan dengan perubahan zaman.

Di balik keberadaan tenun songket tersebut, perempuan memiliki posisi yang sangat penting. Mereka menjadi pengrajin utama, pewaris keterampilan, penjaga pengetahuan dan nilai budaya. Ketekunan, kesabaran, dan keterampilan yang dimiliki para perempuan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan aktivitas menenun. Di tengah perkembangan zaman, keberlanjutan tenun songket Melayu Riau menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Minimnya minat generasi muda, modernisasi, pergeseran nilai, komersialisasi, perubahan motif, serta tuntutan pasar menjadi tantangan bagi keberlangsungan tradisi. Pada saat yang sama, dukungan pemerintah, lembaga budaya, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun strategi pelestarian yang mampu menjembatani tradisi dengan kebutuhan masa kini.

Buku Perempuan dan Keberlanjutan Tenun Songket Melayu di Riau: Tradisi, Ekonomi, dan Pewarisan Budaya memperlihatkan bahwa songket tidak dapat dipahami hanya sebagai sebuah produk kerajinan. Di dalamnya terdapat hubungan antara perempuan, budaya, ekonomi, keluarga, identitas, dan proses pewarisan pengetahuan yang terus berlangsung.

Pada akhirnya, keberlanjutan tenun songket Melayu Riau bukan hanya tentang mempertahankan kain, motif, dan teknik menenun, tetapi juga tentang menjaga manusia, pengetahuan, nilai, dan ruang budaya yang membuat tradisi tersebut tetap hidup. Perempuan hadir sebagai salah satu aktor utama dalam proses tersebut menenun bukan hanya benang menjadi kain, tetapi juga menenun kembali hubungan antara tradisi masa lalu, kehidupan masa kini, dan harapan bagi generasi mendatang.

Penulis :  Muhammad Luthfi Iznillah, S.E., M.Ak

Halaman buku: 124

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 54.000