Setiap kali sebuah keluarga memutuskan untuk menabung, berutang, membagi warisan, membayar zakat, atau menyisihkan uang untuk arisan dan hajatan, sesungguhnya mereka sedang menjalankan sebuah praktik yang jauh lebih dalam daripada sekadar hitung-hitungan angka. Akuntansi Lintas Budaya mengajak pembaca melihat akuntansi keluarga sebagai cermin nilai lokal, norma sosial, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi. Berpijak pada kerangka teoretis yang memadukan rasionalitas ekonomi, dimensi budaya Hofstede, sosiologi uang Zelizer, akuntansi keperilakuan, dan teori praktik sosial Bourdieu, buku ini menelusuri bagaimana kolektivisme dan individualisme, agama dan etika, kearifan lokal seperti arisan dan gotong royong, hingga struktur keluarga dan peran gender membentuk cara setiap rumah tangga mengelola uangnya.
Buku ini membawa pembaca berkeliling dunia dari keluarga Asia Timur dan Tenggara yang berakar pada nilai kekeluargaan Konfusianisme, keluarga Barat yang mengedepankan formalitas dan kontrak, hingga Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin yang selama ini jarang mendapat tempat dalam literatur akuntansi keluarga global. Dilengkapi kajian tentang transformasi digital keuangan rumah tangga dan implikasinya bagi kebijakan literasi keuangan berbasis budaya, buku ini menjadi rujukan penting bagi akademisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, dan siapa pun yang ingin memahami bahwa di balik setiap angka dalam buku kas keluarga, selalu ada cerita tentang nilai, relasi, dan identitas budaya yang dijaga dan diwariskan.
Penulis : Dr. Fauzi, S.E., M.Kom., M.E., M.Pd., Ak., CA., CMA | Rita Irviani, S.E., M.M. | Dr. Basrowi, S.E., M.E., M.Ak., Ph.D.
Editor: Muhammad Su’adaul Makbulin Zainul Haq
Halaman buku: 253
DOWNLOAD
PRE-ORDER | Rp 80.000









