//Melampaui Retorika Mimbar Gereja: Khotbah, Budaya Digital, dan Firman yang Mengubahkan Kehidupan

Melampaui Retorika Mimbar Gereja: Khotbah, Budaya Digital, dan Firman yang Mengubahkan Kehidupan

Apakah mimbar gereja masih menjadi tempat Allah berbicara melalui Firman-Nya, atau perlahan telah berubah menjadi panggung yang mengejar penampilan, popularitas, kenyamanan, dan tepuk tangan?

Di tengah budaya digital yang serba cepat dan visual, khotbah semakin berhadapan dengan tuntutan untuk menarik perhatian, membangkitkan emosi, dan mengikuti selera audiens. Dalam situasi demikian, substansi Firman dapat terpinggirkan oleh retorika, kemegahan, budaya populer, mentalitas konsumen, bahkan logika algoritma media digital.

Melampaui Retorika Mimbar Gereja mengajak pembaca melakukan refleksi kritis terhadap wajah pelayanan mimbar masa kini. Buku ini menelusuri pergeseran mimbar dari ruang pemberitaan menjadi ruang pertunjukan, mengungkap ilusi kemegahan hedonis dalam kehidupan bergereja, serta memperlihatkan perbedaan antara pesan yang sekadar menyenangkan hati dan Firman yang menegur, membentuk, membawa pertobatan, dan mengubahkan kehidupan.

Lebih jauh, buku ini menyoroti bagaimana budaya populer, komersialisasi pelayanan, melemahnya disiplin rohani, dan perkembangan teknologi digital memengaruhi cara Firman diberitakan dan diterima. Di tengah perubahan tersebut, teknologi tidak harus ditolak, tetapi harus ditempatkan sebagai sarana yang tetap tunduk pada otoritas Firman Tuhan.

Pada akhirnya, buku ini membawa pembaca kembali kepada pertanyaan yang paling mendasar: apa ukuran keberhasilan sebuah khotbah? Bukan sekadar tepuk tangan, popularitas, atau banyaknya tayangan, melainkan apakah Firman membawa manusia semakin mengenal Kristus, bertobat, bertumbuh dalam kekudusan, dan menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan.

Sebuah ajakan bagi para pendeta, pengkhotbah, pelayan gereja, mahasiswa teologi, dan seluruh jemaat untuk melampaui retorika, menolak kemegahan yang semu, dan mengembalikan mimbar kepada Firman yang hidup, berkuasa, dan mengubahkan kehidupan. Sebab gereja tidak terutama membutuhkan mimbar yang semakin megah atau pengkhotbah yang semakin terkenal, melainkan pemberitaan Firman yang setia kepada Alkitab dan berpusat pada Kristus.

Penulis :  Dr. Paul Fotinus Gulo, M.Th & Dr. Orpa Luas, M.Th

Editor:  Ronald Stevly Onibala, M.Pd.K., M.Th

Halaman buku: 85

DOWNLOAD

PRE-ORDER | Rp 48.000